Rofi’s unyu creation. This is us, Diurna 2013. Thank’s Rofiiiii ^v^)~


Ada sesuatu hal yang pasti dipikirkan tiap-tiap manusia. Sesuatu hal yang tidak butuh dimengerti orang lain, hanya butuh didengarkan. Sesuatu hal yang sejujurnya terlalu egois untuk dipikirkan. Sesuatu hal dengan judul klise; masalah pribadi.

Dan satu hal yang terkadang kita lupakan; kita punya Allah.


Jurnalis belum kece kalau belum ngerasain nulis pake mesin tik. Se-ma-ngaaaat, (calon) pejuang Diurna Fikom Unpad2013 ^v^)9


Aku tahu, di sini sedang ada semangat menyala. Ia berkobar-kobar sampai-sampai melahap sisi-sisi kelam. Aku kali ini sedang menikmati apa yang dulunya kurasa menggerogoti.

Kadang aku sedih. Kesendirianku terenggut dan aku kesulitan mencari cara untuk bercumbu dengan tulisanku sendiri.

Namun, aku bahagia.

Ah, betapa baiknya Allah kepadaku.


“'Kalau gitu doang mah gue juga bisa' adalah sebenar-benar kalimat sirik tanda tak mampu.” Aku, salah satu manusia yang hobi berkarya.

Ada sepertiga-titik yang jatuh dalam noktah interaksi. Saat itu terjadi, aku ingat penciptamu. Maha besar Dia, yang menjadi sebab adanya sosok mengagumkan itu. Satu pertanyaan menjadi penghapus sang noktah:

Seberapa besar cintanya kepadaMu?

Pertanyaan itulah yang menjaga kertas kosong ini dari coretan pulpen tiada arti. Dulu memang pernah ada puisi mengisi. Sayangnya, ia sekadar konotasi.


Aku Ingin

Aku ingin menjadi yang terbaik agar bisa menyelamatkan. Aku ingin menjadi yang terbaik untuk dapat membahagiakan. Aku ingin menjadi yang terbaik supaya dikabulkan saat mendoakan.

Dalam rindu ini, aku bertanya kepada hati. Sudahkah cinta ini dikatakan memenuhi?

Ungkap-Nya, yang terbaiklah yang dapat menyelamatkan. Yang terbaiklah yang dapat membahagiakan. Yang terbaiklah yang doanya dikabulkan. Yang terbaiklah yang bisa membawa kebersamaan hingga hidup dalam kekekalan.

Kalau boleh kupinta; berikan aku kesempatan untuk bisa membahagiakan, sekalipun yang mereka katakan:

"Bahagiamulah bahagia kami."


Page 1 of 54
Design by Craig Snedeker